Jumat, 24 Februari 2017

Unik, Nelayan di Taiwan Menangkap Ikan Menggunakan Api

Kemajuan teknologi telah merambah semua bidang. Positifnya, manusia akan lebih cepat melakukan aktivitas dengan bantuan teknologi tersebut. Kemajuan teknologi tersebut juga sampai ke nelayan, dengan adanya kemajuan teknologi mereka melakukan penangkapan ikan dengan berbagai cara yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan oleh nelayan dahulu.
Namun, tidak semua nelayan melakukan penangkapan ikan dengan cara yang modern, bahkan mereka masih ada yang mempertahankan cara-cara tradisional yang telah ada sejak dahulu.
Tradisi menangkap ikan ini bukan dengan cara memancing, menjaring, dan sejenisnya. Yaitu mereka menggunakan alat penangkapan ikan dengan bantuan api. Seperti apa cara kerjanya?

Rabu, 22 Februari 2017

Mengapa Kue Pengantin Dibuat Tiga Tingkat?

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa kue pengantin pada umumnya memiliki tiga tingkat? Itu bukanlah kebetulan. Ada sejarah di balik fakta tersebut.
Setiap tingkatan kue pengantin memiliki makna sendiri dan tingkat paling atas memiliki filosofi yang sangat istimewa. Seperti dilansir dari laman The Sun, menurut tradisi, tingkat kue ulang tahun paling bawah adalah untuk dikonsumsi di acara pesta pernikahan dan tingkat kedua untuk dibagikan setelah acara.
Namun, melihat kembali ke abad 19, tingkat kue paling atas biasanya disimpan hingga acara pembaptisan anak pertama.
Itulah mengapa dibutuhkan resep khusus untuk membuat kue pengantin bisa tahan cukup lama, bahkan hingga bertahun-tahun setelah pesta pernikahan diselenggarakan.
Nah, di abad ke-20 dan ke-21, ketika banyak pasangan mulai menunggu lebih lama sebelum memulai rumah tangga, arti tingkatan kue pun bergeser. Tingkatan kue paling atas sekarang disimpan untuk hari ulang tahun pernikahan pertama.
Di abad ke-17 sendiri ada dua kue yang selalu ada di pesta pernikahan, yaitu kue pengantin dan kue pengantin pria. Kue pengantin pria biasanya berwarna gelap karena warna putih dianggap kurang maskulin.
Inspirasi kue itu konon pertama kali diperkenalkan oleh juru masak pastry, William Kaya (1755-1812), yang membuat kue pengantin berbentuk gereja St Bride di London.

Misteri Kolam Suci yang Tak Pernah Kering

Kashima Shrine tampak seperti ratusan kuil Jepang lainnya. Bangunan ini didirikan 1.300 tahun yang lalu, dengan struktur kayu dan atap melengkung, sangat khas tempat ibadah Shinto.
Namun, kuil ini memiliki Mitarashi, atau 'kolam suci’. Legenda mengatakan bahwa selama bertahun-tahun air di tempat tersebut tidak pernah kering, bahkan ketika wilayah ini dilanda kekeringan.
Tata letak Kashima Shrine telah berubah sejak berdiri. Awalnya Mitarashi Ike berada di ujung jalan utama. Sebelum masuk, jemaah akan menggunakan air kolam untuk membersihkan tubuh dan jiwa mereka, seperti dilansir laman Rocketnews24.
Sekarang, pengunjung menyucikan diri di tempat lain, terpisah dari pintu masuk utama Kashima Shrine. Hal ini karena kolam telah beralih fungsi sebagai habitat ikan koi.
Namun, Mitarashi Ike masih berfungsi sebagai tempat menyucikan diri, tapi hanya setahun sekali, pada saat awal bulan Februari, ketika Jepang masih musim dingin.

Kanker Intai Pemakai Kosmetik

 Wanita dan kosmetik sulit untuk dipisahkan. Itu karena pemakaian kosmetik dapat meningkatkan kepercayaan diri.
Sayangnya, wanita kerap mengaplikasikan terlalu banyak kosmetik pada wajah dan kulitnya. Namun, mereka kurang mengetahui bahan berbahaya dalam kosmetik yang dikandung.
Pembersih, pelembap, foundation, bedak, eyeshadow, lipstik, eyeliner, cat kuku dan sebagainya, diaplikasikan langsung pada kulit. Semua zat ini akan diserap tubuh melalui hati, ginjal dan dibuang melalui urin.
Dilansir dari laman Medical Daily, banyak bahan kimia yang terkandung dalam kosmetik dapat memicu kanker. Dan biasanya yang menjadi target adalah organ hati, ginjal, dan kandung kemih, karena ketiganya menjadi tempat detoksifikasi racun yang diserap tubuh.
Adapun bahan kimia yang sering ditemukan di produk kosmetik dan perawatan kulit, yaitu ftalat atau phthalates. Ini adalah bahan yang digunakan sebagai pengawet dan pelarut dalam industri kecantikan.
Penelitian pada tahun 2010 di Meksiko terhadap tikus menunjukkan paparan ftalat menyebabkan pertumbuhan sel kanker pada hewan pengerat tersebut. Selain itu, ibu hamil yang terpapar ftalat akan memberikan risiko asma pada janin yang dikandungnya.
Karena itu, ftalat sudah dilarang penggunaannya sebagai bahan kosmetik di negara-negara Eropa. Sementara bahan yang aman dalam kosmetik adalah asam hyaluronic, yang telah diuji dan terbukti tidak mengandung bahan beracun pemicu kanker.
Dan jika Anda senang memakai lipstik, perhatikan kandungannya. Jangan gunakan lipstik yang mengandung logam timah atau bahan kimia berbahaya lainnya seperti paraben, lantaran dapat memicu kanker.

Konsumsi Kokain Picu Hubungan Seks Tidak Aman

 Kokain merupakan stimulan yang dapat memberi rasa bahagia berlebihan serta efek halusinasi yang berbahaya. Bahkan, studi terbaru menemukan, kokain membuat penggunanya memiliki hasrat untuk melakukan hubungan seks secara tidak aman.
Studi yang dirilis dalam Psychopharmacology menyebutkan, pengguna kokain tidak hanya meningkatkan kejadian kekerasan seks, namun juga kecenderungan melakukan hubungan seks secara tidak aman. Pengguna kokain cenderung tidak menggunakan kondom, yang membuat kesehatan seksual terancam.
"Kokain memberi pengaruh dalam meningkatkan keinginan seks, dan jika tidak menggunakan pengaman, keinginan tersebut tetap tidak terbendung dan hubungan seks menjadi tidak aman," ujar penulis studi, Matthew Johnson, yang dikutip dari Medical Daily.
Para peneliti turut menemukan dampak buruk pengguñaan kokain, yaitu tubuh yang sangat kurus. Hal ini diakibatkan karena kokain memberi dampak menekan keinginan untuk makan dan tubuh menjadi sulit menyerap lemak.
Selain itu, kokain yang merupakan stimulan, menjadikan fungsi kerja jantung lebih sulit. Detak kerja jantung meningkat dan tekanan darah menjadi lebih tinggi. Sehingga, tidak jarang, serangan jantung mengintai pengguna kokain.
Para pengguna kokain ini juga cenderung mengalami mood yang berubah-ubah. Sebab, kokain merusak kadar normal dopamin di otak. Maka suasana hati, juga akan sering berubah-ubah bergantung pada dopamin tersebut.
Bahayanya lagi, ketidakseimbangan dopamin dari pemakaian kokain dapat memicu penyakit mental seperti delirium, psikotik episodes dan bahkan disfungsi seksual.

Lelahnya Mendaki Tangga Seratus, Namun Puas Menikmati Panorama Alam Kota Sibolga dari Ketinggian

Berkunjung ke suatu kota, tak lengkap rasanya apabila tidak menghampiri objek-objek wisata di kota tersebut. Kali ini, Tribun-medan.com berkunjung ke Kota Sibolga. Di kota Berbilang Kaum ini, terdapat salah satu objek wisata yang tepat berada di pusat kota, yakni Tangga Seratus.
Terletak di tengah kota, tepatnya di persimpangan Jalan Brigjend Katamso dan Sisingamangaraja Sibolga ini, membuat wisatawan tidak susah menemukan objek wisata Tangga Seratus.
Objek wisata ini menjadi pilihan bagi para wisatawan untuk melihat dan menikmati view indah Kota Sibolga dari ketinggian. Bahkan, masyarakat lokal kerap memanfaatkan lokasi Tangga Seratus menjadi tempat untuk berolahraga.
"Di sini sering digunakan untuk olahraga juga. Bahkan atlet Kota Sibolga sering latihan fisik di Tangga Seratus," ujar Indra Rinaldi, warga Kota Sibolga.
Baca: Sajikan Cita Rasa Pesisir, Panggang Pacak, Kuliner Khas Sibolga-Tapteng
Baca: Wajib Dicoba, Ini Kuliner Terbaik di Tapanuli Tengah Tahun 2016
Tangga Seratus, hanya sebuah penamaan yang diciptakan pada zaman kolonial Belanda. Jumlah anak tangga ini melebihi namanya, namun hingga saat ini tidak ada yang pernah tepat menghitung jumlah anak tangga dari Tangga Seratus. Ada yang menghitung di angka 258, 267, bahkan 298 anak tangga.
Menurut Indra Rinaldi, penghitungan anak tangga tersebut, memang menjadi suatu misteri, sebab tidak pernah akan ditemukan hitungan dengan angka yang sama.
Ibarat pepatah, bersakit-sakit ke hulu berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian, begitulah dirasakan ketika mengunjungi Tangga Seratus.

Selasa, 21 Februari 2017

Islandia Larang Nanas Dijadikan Topping Pizza?

Potongan buah nanas dengan rasa manis dan sedikit asam, yang berpadu sempurna dengan saus tomat, potongan daging asap, keju dan roti pizza, menjadi santapan lezat bagi para pecinta kuliner.
Namun, meski nanas menjadi salah satu topping pizza yang menambah sensasi nikmat kuliner Italia itu, tapi tidak semua orang menyukainya.
Contohnya adalah Presiden Islandia yang sangat tidak menyukai buah tropis ini dijadikan topping pizza. Dan ia melarang penggunaan buah nanas dalam pembuatan pizza.
Dilansir dari laman Metro.co.uk, dalam kunjungannya baru-baru ini ke sebuah sekolah di Aureyri, kota kedua terbesar di Islandia, Presiden Islandia, Guðni Th. Jóhannesson, berpartisipasi dalam sesi tanya jawab dengan para siswa. Mereka menanyakan beberapa pertanyaan.
Salah satu siswa bahkan bertanya apa pendapat presiden mengenai penggunaan nanas sebagai topping pizza.
Tanpa berpikir lama, Guðni menjawab sangat tidak suka dengan pizza bergaya Hawaii yang menggunakan buah nanas. Ia bahkan mengatakan, jika bisa, dia ingin membuat larangan penggunaan nanas dan meresmikan peraturan tersebut.
Tampaknya, sang presiden benar-benar tidak menyukai kombinasi cita rasa nanas dan pizza