Senin, 27 Februari 2017

Indonesia Peringkat 4 Gangguan Makan Terbesar Dunia

Gangguan makan menjadi masalah psikologis yang seringkali terabaikan. Bentuknya pun bisa bermacam-macam seperti anoreksia nervosa, bulimia nervosa, binge eating dan masih banyak lagi.
Sebelumnya, masalah gangguan makan ini berisiko tinggi terjadi di negara-negara Eropa dan Amerika, namun kini angkanya pun semakin tinggi di negara-negara berkembang termasuk Indonesia.
"Dari sebuah situs tentang gangguan makan yang saya temukan, Indonesia berada di nomor empat negara dengan penderita gangguan makan terbanyak," kata psikolog Tara Adhisti de Thouars saat media gathering lightHOUSE Indonesia di Wyl's Kitchen, Jakarta, Jumat 24 Februari 2017.
Namun, lanjut Tara, sebagian besar penderita gangguan makan justru tidak langsung mendatangi psikolog melainkan ke ahli gizi. Kebanyakan orang menganggap bahwa gangguan makan hanyalah diet karena ingin menguruskan badan yang seiring waktu juga akan berubah.
Padahal gangguan makan bukanlah suatu gangguan yang bisa berubah dengan sendirinya. Sehingga, jika tidak terdeteksi bisa menjadi serius dan berakibat fatal.
"Dia memforsir tubuhnya sehingga banyak penyakit sampai menuju kematian. Dari sekian banyak kasus klinis gangguan jiwa, gangguan makan berkontribusi sebabkan kematian yang tinggi," kata Tara.
Hal ini disebabkan gangguan makan juga dibarengi dengan depresi. Pada orang yang depresi, pikiran untuk bunuh dirinya akan tinggi. Selain itu, gangguan makan juga menyebabkan penderitanya kehilangan berat badan secara drastis, kekurangan gizi, hingga menyebabkan komplikasi.
"Kondisi orang yang depresi itu dia tidak mencintai dirinya sendiri. Berbeda dengan narsis yang amat sangat menyayangi dirinya sendiri, orang yang depresi tidak cinta pada dirinya jadi makin tidak mau makan," imbuh Tara.
Itulah kenapa pada orang depresi sering ditemukan mereka suka menyakiti dirinya sendiri dengan menyayat bagian tubuhnya atau memukul kepalanya bahkan ingin menghilangkan nyawanya. 

Bir Hitam Bisa Dibuat Bercita Rasa Karamel

 Saat ini bir menjadi bagian dari gaya hidup bagi beberapa kalangan. Minuman ini terdiri dari berbagai macam jenis, mulai dari ale, lager, malt hingga stout, dan dari light hingga dark beer.
Keluarga baru dari merk bir ternama San Miguel belum lama ini menghadirkan varian baru San Miguel Cerveza Negra. Varian ini memiliki rasa yang unik ketimbang bir lain.
Dari penggunaan bahan misalnya. Bir ini terbuat dari sebuket gandum hitam impor yang dipanggang hingga menghasilkan campuran sensasi rasa pahit sekaligus manis saat ditenggak. Tidak hanya itu, rasa karamel dan kopi serta sentuhan butterscotch juga memberikan cita rasa unik pada bir ini.
Cita rasa minuman satu ini juga tidak tergolong pahit seperti bir pada umumnya.
"Bir ini unik karena gandumnya spesial, sehingga ada pahit bir dan ada manis karamel. Ini bir pertama dark lager dengan rasa karamel," ujar Jaka Sebastian selaku Brand Manager San Miguel kepada VIVA.co.id baru-baru ini.
Jika dinilai dari aroma, bir tersebut memiliki aroma yang bervariasi. Terdapat aroma cokelat, karamel, gandum dan aroma serupa anggur.
Bir dengan kandungan alkohol 4.9 persen itu  juga cocok dinikmati dengan beberapa santapan kaya rasa seperti daging panggang dan olahan daging merah lainnya. Anda juga dapat menggunakan bir ini sebagai pengganti wine saat memasak.
"Kalau di-pairing bisa meningkatkan cita rasa makanan. Kalau bir yang strong cocok dengan makan rich flavour," ujar Jaka.
Perlu diingat bahwa bir diperuntukkan untuk kalangan usia 21 ke atas. Jangan lupa pula untuk mengonsumsi bir dengan bertanggung jawab.

Bahaya Mencocol Makanan Berulang Kali ke dalam Saus

Menyantap makanan dengan saus cocolan memang terasa lebih lezat. Namun, perlu diketahui bahwa mencocol makanan berulang kali ke dalam saus memiliki risiko kesehatan yang banyak belum diketahui orang.
Sebuah studi dari Clemson University mengukur jumlah bakteri yang ada di makanan sebelum dan sesudah dicocol ulang ke dalam saus. Hasilnya, level bakteri yang ada di dalam makanan meningkat secara signifikan setelah makanan tersebut dicocol ulang ke dalam saus.
Di dalam mangkuk berisi saus salsa yang dimaksudkan untuk dimakan beberapa orang, diketahui terdapat nol bakteri sebelum makanan dicocol ke dalamnya. Demikian seperti dilansir dari Huffington Post.
Dari tiga kombinasi makanan dan saus yang diteliti, yaitu keripik dan saus salsa, buah dan saus cokelat, serta keripik dan saus keju, diketahui saus salsa paling berisiko besar mentransfer bakteri.
Sebagai informasi, bakteri bisa membuat Anda sakit perut dan diare.
Untuk itu, disarankan agar Anda cukup sekali mencocol makanan ke dalam saus. Makanan yang telah digigit sebaiknya tidak kembali dicocol untuk kedua kalinya ke dalam saus.

Kenali Faktor Risiko Kanker yang Bisa dan Tak Bisa Diubah

 Kanker ialah salah satu penyakit paling mematikan. Menurut data World Health Organization (WHO) pada 2014, sedikitnya 922 ribu wanita Indonesia meninggal karena kanker payudara. Diprediksi, jumlah kasus ini akan terus meningkat hingga tujuh kali lipat pada 2030.
Meski demikian, kanker sesungguhnya bisa dihindari jika mengetahui faktor-faktor risiko yang menjadi penyebabnya. Beberapa faktor bisa diubah, dan beberapa lainnya tidak bisa diubah. Dengan mengetahui faktor risiko sejak dini, tentu akan lebih mudah memeriksakan diri dan lebih mudah mengatasinya.
Prof Dr.dr Aru Wicaksono Sudoyono, Sp.PD, KHOM,FINASIM, FACP, ketua umum Yasasan Kanker Indonesia (YKI), faktor pertama yang tidak bisa diubah ialah faktor bawaan. Dia mencontohkan, pada kasus kanker payudara.
"Yang tidak bisa diubah itu kalau payudara wanita, karena mereka wanita kan sudah pasti punya payudara," ujar Aru ditemui, usai YKI Family Funwalk bersama Wardah, di Kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu 26 Januari 2017.
Faktor selanjutnya, menurut Aru, ialah menstruasi di usia dini. Menurutnya, wanita yang mengalamj menstruasi dibawah umur 12 tahun memiliki risiko tinggi terkena kanker, khususnya payudara.
"Ketiga, mereka yang tidak pernah menyusui, pemakaian hormon juga itu, dapat memicu juga," ucapnya.
Nah, faktor risiko yang bisa diubah untuk menghindari kanker ialah soal gaya hidup dan makanan. Menurutnya, olahraga yang cukup juga bisa menghindari Anda dari risiko mengidap kanker.
"Olahraga tidak usah menjadi anggota gym. Senam, itu sudah terbukti secara ilmiah bahwa physical exercise bisa mengurangi kanker, sehingga sel kanker ditekan," kata dia.
Selanjutnya, ialah obesitas. Dia menekankan bahwa obestias di sini, ialah yang disebabkan karena mengonsumsi makanan yang tidak sehat.
"Makanan itu bisa beberapa hal, makanan yang terlalu banyak lemak, karena makanan itu kan baik, tetapi kalau terlalu banyak bikin penyakit," ujarnya menambahkan.

Sabtu, 25 Februari 2017

Gangguan Makan Sebabkan Angka Kematian Tinggi Gangguan makan atau eating disorder mungkin masih belum menjadi perhatian khusus di Indonesia. Banyak yang menganggapnya hanya sebagai masalah diet semata. Padahal gangguan makan bisa sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian.Gangguan makan pada dasarnya adalah masalah psikologis yang berkaitan dengan masalah makan yang abnormal. Bentuknya bisa berupa anoreksia nervosa, bulimia nervosa, binge eating, dan gangguan makan lainnya.Berdasarkan data dari situs Healthgroove yang mengamati perkembangan gangguan makan di dunia, pada tahun 1990-2010 angka kematian akibat gangguan makan di Indonesia meningkat menjadi 77,1 persen. Sejak tahun 1990, setiap tahunnya angkanya meningkat sebanyak 3,4 persen.Bahkan situs anorexiasupport.com, menempatkan Indonesia dalam urutan keempat negara dengan penderita gangguan makan, setelah China, India, dan Amerika.Psikolog klinis dewasa Tara Adhisti de Thouars mengatakan, umumnya para penderita anoreksia di Indonesia terobsesi dengan diet, puasa, dan olahraga yang berlebihan akibat meningkatnya tekanan untuk menjadi kurus."Tekanan ini terutama dari majalah-majalah fesyen yang mempromosikan citra tubuh ideal yang tidak realistis. Sebagian besar perempuan Indonesia meyakini bahwa cantik berarti memiliki tubuh kurus," kata Tara saat acara temu media di Wyl's Kitchen, Jakarta, Jumat 24 Februari 2017.Orangtua juga harus waspada munculnya masalah ini pada buah hati mereka. Karena, menurut Tara, masalah gangguan makan ini sudah bisa muncul pada anak-anak.Selain itu, gangguan makan tidak hanya dapat menurunkan kesehatan tapi juga akan mengubah kepribadian penderitanya. Mereka akan menarik diri dari lingkungan karena takut orang lain akan mengomentari penampilannya."Prestasi belajarnya juga akan menurun dan dia tidak mau lagi bersosialisasi karena tidak percaya diri dengan penampilannya. Ini gangguan jangka panjang, kalau tidak ditangani dengan baik akan terus menerus terjadi dan bisa fatal," kata Tara mengingatkan.


20 Ribu Durian Lokal Unggulan Manjakan Warga Semarang

Masyarakat Semarang berbondong-bondong mengunjungi Festival Durian 2017 di lokasi wisata Goa Kreo, Semarang, Jawa Tengah. Kegiatan yang digelar selama tiga hari sejak 24-26 Februari 2017 ini diramaikan oleh sebanyak 20 ribu durian lokal unggulan.
Selama tiga hari dihelat hingga Minggu 26 Februari 2017, wisatawan baik dalam dan luar negeri terus memadati kawasan yang juga berada di area Waduk Jatibarang tersebut. Mereka sangat antusias mencicip aneka macam durian yang telah disiapkan untuk memanjakan lidah pengunjung.
Festival ini dibuka pada hari kedua, Sabtu 25 Februari 2017. Diawali dengan perayaan kirab durian oleh para pemenang lomba festival durian unggulan di Semarang. Acara dihadiri langsung oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.
Selain lomba buah durian unggul, festival juga diramaikan dengan makan buah durian dan lomba mengukir dan merangkai buah. Festival ini diikuti oleh berbagai asosiasi, di antaranya Asosiasi Gapoktan ,Asosiasi Multiflora, Asosiasi Petani Buah, Asosiasi Tanaman Obat, Asosiasi Jamur, Desa Wisata, Cluster Kuliner, dan Bursa durian.
Melalui acara itu, Hendrar sangat optimistis bahwa Semarang Festival Durian yang diadakan pada tahun ketiga ini menjadi potensi agrowisata nasional di wilayah yang dipimpinnya.
"Selain sebagai ajang promosi, acara ini juga menjadi ajang pencarian jenis buah durian lokal berkualitaas unggul yang nantinya dapat dikembangkan dan dibudidayakan oleh para petani," kata Hendrar.
Ia menambahkan, meskipun disebut sebagai kota metropolitan dengan luasan lahan pertanian dan perkebunan terbatas yaitu sebesar 2,8 persen saja, tetapi kota berjuluk lumpia ini dapat menghasilkan buah durian yang berbeda dari daerah lain.
"Tentunya petani kita mampu bersaing di pasaran yang akhirnya dapat meningkatkan ekonomi para petani. Dari 20.000 durian siap makan, kalau satu buah harganya Rp50 ribu, omzetnya sudah Rp1 miliar lebih," ucap Hendrar menambahkan.
Pihaknya berharap, setelah bursa dan lomba durian ini, durian-durian yang terbaik dapat segera dibudidayakan sehingga dapat dijual dengan partai besar hingga berbagai daerah.  
Paling penting, lanjut Hendrar, wilayah Kecamatan Mijen dan Gunungpati, yang merupakan pusat perkebunan durian harus tetap menjadi wilayah konservasi. Selain menjadi pusat perkebunan dan pertanian, wilayah ini menjadi penopang area peresapan di Kota Semarang.
“Kalau para petani goyah, maka persoalan banjir di wilayah bawah tidak akan ada habisnya,” ujarnya.
Dari ratusan peserta Semarang Festival Durian ini, terpilih sejumlah pemenang untuk lomba durian unggul. Juara satu Durian Unggul yakni durian Ross oleh Trisno dari Pakintelan Gunungpati, juara dua Durian Mowo oleh Rochman dari Purwosari Mijen, serta juara tiga Durian Rora oleh Trisno dari Pakintelan Gunungpati.

Unik, Pekerja Restoran Antar Makanan dengan Kepala

 Seorang pria di China bagian barat daya rutin membawa makanan di kepalanya selama 38 tahun, melayani warga desa dengan hidangan Sichuan yang terkenal. Chen Dhangfa (66) dapat membawa lebih dari 10 hidangan di nampan dengan panjang dua meter tanpa pernah menjatuhkannya sekalipun.
"Saya telah belajar ketrampilan ini sejak masih berusia 27 dan membawa puluhan ribu mangkuk setiap tahun dan saya tidak pernah memecahkan satu hidangan pun," kata Chen.
Membawa makanan di kepala adalah tradisi 200 tahun yang dapat ditelusuri kembali ke dinasti Qing dan Chen generasi ke-9. Tradisi ini disebut 'Da Pen' hanya ditemukan di desa Xiantan di provinsi Schuan China.
Untuk melakukannya, Chen memakai sepasang sendal jerami, handuk putih yang melilit di kepalanya dan nampan sepanjang dua meter yang beratnya sekitar 10 kilogram.
Menurut Huanqiu, media afiliasi dengan People's Daily, Chen telah melakukan hal ini lebih dari 300.000 mangkuk selama 38 tahun terakhir.
Chen sering diundang oleh penduduk desa untuk melakukan perjamuan pernikahan dan festival lain di mana ratusan tamu berpesta di jalan desa.
Dia mengatakan kepada wartawan bahwa sandal jerami yang anti slip dan handuk sekitar kepala dapat menstabilkan nampan.
"Aku memakai ini, tidak peduli itu musim dingin atau musim panas, itu membantu saya untuk membawa makanan dengan mudah," kata Chen, seperti dilansir laman Daily Mail.
Nampan yang telah modifikasi memungkinkan dia untuk membawa 10 makanan sekaligus. Chen telah dilatih untuk membawa segala macam masakan, termasuk hidangan daging berat dan sup.
Menurut Biro Kebudayaan Hejiang, 'Da Pen' adalah sebuah tradisi yang dimulai pada tahun 1700. Ini diciptakan untuk melayani makanan kepada konsumen dalam waktu yang lebih singkat selama jamuan makan.